Kamis, 11 April 2013

Hari Ibu

Desember 22, tahun 2011
Karya: Kania Jatiningsih PA

         Sekarang hari Ibu, Luhan sangat bingung dengan kado special  yang dihadiahkan untuk ibunya. Jika tahun kemaren Luhan sudah membelikan sebuah Diary . Padahal, teman – teman Luhan sudah mengkadokan hadiah untuk ibunya. Luhan sekarang sedang bersekolah di SD Indah Pelangi kelas 3. Luhan sering sekali datang pertama. Saat Luhan hendak pulang sekolah di siang hari….

     “da Mico!, da Sherly!, da Nisa! Goodbye! ,” ia adalah sahabat – sahabat Luhan. Saat Luhan di tengah jalan yang menuju rumah nya. Ia melihat sebuah toko yang menjual kartu ucapan, kado, dan kalung. Setelah itu Luhan masuk kedalam toko itu, lalu ada mbak yang hendak bekerja di toko itu menyapa Luhan.

     “Selamat siang… ada yang bisa mbak bantu dek?,” mbak itu menyapa dengan sopan kepada Luhan. Luhan lalu menjawab nya.

     “Selamat siang… bisa beli kalung yang itu nggak mbak ya?,” Luhan menjawab sambil menunjuk kalung yang ia inginkan.

     “Oh, yang itu. Itu harganya 29.000,- dek,” jawab mbak tadi menjawab. Setelah itu Luhan memikirkan apakah kalung itu akan di belinya?. Setelah itu Luhan dapat ide dan berkata di dalam hatinya.

     “hmm… aha! Uang jajan bulan kemaren kan sisa 40.000,-. Udah deh, mendingan ku beli aja. Dari pada gak dapet hadiah nya sama sekali…,” Luhan berpikir seperti itu. Lalu uang itu di beri nya dan Luhan segera pulang ke rumah nya. Setelah di rumah, ternyata Ibu Luhan telah menunggu. Luhan terkejut,

     “Hai ibu… aku kaget, kok aku pulang ibu malah yang pulang duluan?. Biasanyakan aku duluan ya bu?,” Luhan bertanya pada Ibundanya tercinta. Ibu Luhan lalu bertanya kepada Luhan.

     “eh, Luhan. Kenapa tadi lama?” Ibu Luhan bertanya. “itu bu, aku beli kado untuk ibu. Ini, aku cukup belikan Ibu kalung,” Luhan memperlihatkan kalung nya lalu kalung itu di pakaikan nya di leher sang Ibunda. Setelah itu Luhan dan Ibu nya berpelukan, dan Ibu pun mengatakan… terimakasih.

---SELESAI---

2 komentar: