Selasa, 23 April 2013

Gara-gara rambut panjang




Karya : Viona Aprillia C Kelas 3A
SD Islam Sabilillah Malang



          Rapunzel, itulah julukan untuknya. Nama aslinya adalah Putri Julie Febriana. Ia duduk di bangku kelas 2 SMA. Bisa dikatan dia murid paling beruntung, bisa juga dia jadi paling sial. Karena rambutnya menyarupai tokoh Rapunzel, ia mengikuti bidang Teater di sekolahnya.
  
Hari Sabtu Julie akan menampilkan Teater burjudul Tangled. Biasa... ia menjadi putri yang bergaya blink-blink. Ia berangkat ke sekolah mengenakan gaun berwarna ungu. Dengan rambut di blonde dengan setengah di gulung, ia mengangkat dan menggulung rambutnya. Ia berdandan dan menyiapkan properti yg diperlukan olehnya. Teaternya berjalan lancar sih… tiba-tiba… dia tersandung , acara jadi kacau. Ah… ada api…..!!!

Semua penonton  segera keluar rambutnya melilit badan Julie. Ah… dia terjebak!. “Tolong…. Tolong…. Hiks,hiks” isaknya… “Kami akan berusaha semampu kami, Julie”. Percuma… Julie tak bisa dengar yang dikatakan orang-orang. Karena lama menghirup asap kebakaran yang beracun, ia… BRUUKKK…       dia pingsan!!!

Yang bisa ia ingat adalah ada seseorang yang masuk di tempat itu… “Kamu sadar ???” “Dimana aku berada di saat ini ???” “Kamu di UKS Rapunzel…” “Apa karena aku, acara mewah itu di hentikan ???” “Bukan… bukan kau yang menyacaukannya. Alatnya yang mengeluarkan api” kata seseorang mencoba menenangkan. Setelah ia beranjak dewasa, ia bekerja sebagai pemain film “Long…” ia membintanginya sebagai pemeran utama. Jika ingin membeli jasa Julie, wah… kira-kira… honor Julie bisa sampai 25Jt per-tayang. Hmmm… siapa ya yg kira-kira menyelamatkan Julie ???

Senin, 22 April 2013

Selembar Kertas Lusuh




Karya: Viona Aprillia C. 3A
SD Islam Sabilillah Malang


          “Punya siapa ini ?” Tanya seorang anak jalanan bernama Nia. Ternyata, Nia menemukan kertas lusuh yang masih kosong. Nia bertekad untuk menuliskan beberapa kalimat di kertas lusuh tersebut. “Ni, gak laper loe ?” Tanya teman dekat Nia, yaitu Vani. “Belum Van, lagi asyik nih”. Jawab Nia polos… “Loe lagi ngapain sih ?, kayaknya asyik” “Lagi nulis” “Ya… elah Ni… Ni. Alamat aja loe gak punya mau ngirim gimana loe ?” “Siapa tau bisa terbang” jawab Nia mulai panas mendengarpertanyaan Vani. Tanpa piker panjang, Nia mulai menuliskan paragraf pembuka
                                                                                             
                                                                                            Teruntuk Yth. Ibu 
                                                                                            yang menelantarkanku
             Assalamualaikum wr.wb
Halo ibu bagaimana kabar ibu ? aku sangat berterima kasih jikalau ibu bisa meluangkan sedikit waktu ibu secara cuma – cuma untuk membaca tulisan anakmu ini. Ibu… bisakah ibu berpikir sejenak jika ingin membuangku ?. tidakkah ibu menoleh setelah membuangku dan berpikir ulang ?. dimanakah engkau ibu?. Adakah, bekal dari ibu yang menyertai perutku?. Adakah surat yang kau berikan untuk panduan hidupku selagi ibu tiada di sisiku?. Kini, ku telah menjadi anak yatim piatu yang terbuang di jalanan. Apakah ibu pernah menemuiku ?. secarik kertas lusuh ini, kupersembahkan untukmu ibu… sekali lagi… terima kasih
                                                                                      
                                                                                 Wassalam.
                                                                                 Dari Nia, anakmu

Itulah yang dituliskannya di dalam kertas lusuh itu . tiba – tiba… “Nia… kerja yuk udah lampu merah tuh. “Iya deh, maaf ya, gue udah bentak loe. Buang aja aah…” Nia pun membuang kertas itu. Dia pun bergegas mengambil gitarnya. Pada saat itu pula kertas yang dibuang Nia terbang mengikuti angin yg mendarat di mobil seorang penulis ternama. Karena merasa tertarik, penulis itu pun membacanya. Dia sampai menangis dibuatnya. Si penulispun membukukannya. Dalam kisah “PERJUANGAN HIDUP ANAK TERLANTAR” Setelah beberapa bulan, si penulis kembali ke tempat ia menemukan kertas tersebut. Dan mewadahi buku itu dengan beberapa uang hasil buku itu dan beberapa makanan. Di suatu malam, tiba – tiba… BLUKK… terlihat Vani yang memandang langit bersama Nia kejatuhan sebuah buku tebal. Nia mengambilnya, dan membuka wadah yang membungkus sebuah buku itu, dibacanya judul buku itu “PERJUANGAN HIDUP ANAK TERLANTAR” ia meneruskan dan… “Karya Nia, anak terlantar” Nia segera bergegas dan mengajak Vani ke tempat buku itu diproduksi. Dan akhirnya Nia menjadi penulis terkenal…

Bejo Pergi ke jakarta



KARYA :Yasmin Zakiyyatuz Z (3C)
SD Islam Sabilillah Malang 
             
        KUKURUYUK, Ketika ayam jantan mulai berkokok  Bejo pun tebangun, azan subuh menggema dari masjid. Setelah menggosok gosok matanya dan menguap, Bejo pun langsung berlari ke sumur untuk mandi.
           Matahari belum tampak di ufuk timur. Namun di luar rumah sudah terdengar suara sepeda motor yang dikendarai pak guru. Ia datang untuk menjemput Bejo. Pak guru menggunakan jaket berwarna biru, tas berwarna coklat, dan sepatu yang keren.
    Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Bejo pun langsung berlari ke kandang di sebelah rumahnya, untuk berpamitan  dengan si item  kambingnya, si abang  sapinya.Tidak lama kemudian delman yang ditarik kuda itu telah tiba, untuk mengantar Bejo dan pak guru ke stasiun.
      Setelah sampai di stasiun Bejo pun riang gembira. Dia akan ke rumah John di jakarta. Tahun lalu, Bejo mengajari john bermain layang-layang, menangkap katak dan memancing ikan di sungai. ’’Kapan-kapan kamu ke jakarta ya  Jo’’ kata John waktu itu.
       John  akan mengajak Bejo untuk jalan-jalan. Naik roller-coaster di ancol, atau melihat zebra dan gajah di ragunan. Jakarta ternyata sangat  jauh, kereta baru sampai di stasiun gambir.
      Tugu monas yang sering dilihatnya di televisi sekarang ada di hadapannya.Tiba-tiba seseorang berteriak ‘’Bejo Bejo’’Teriak John memanggil namanya. Lalu Bejo pun langsung berlari menuju  John dan  berdua langsung berpelukan.