Jumat, 12 April 2013

Memecahkan Misteri Seperti Detektif Conan

       

Karya: Sarah maia Kelas (3B) SD Islam Sabilillah Malang

 Halo,namaku Hikaru Diva.Kalian bisa memanggilku Hikaru atau Diva. Aku adalah penggemar berat dari Conan Edogawa. Orang tuaku hanya terbengong-bengong dengan perilakuku yang layaknya detektif Conan. Aku bersekolah di SMP Jepang karena sekarang aku di Jepang. Aku mempunyai agen detektif, kayak di Conan anggotanya 4 orang. Aku sudah pernah memecahkan misteri kematian temanku, dan mengetahui siapa yang sudah membalas dendam padanya.

        Suatu hari, saat aku mau berangkat sekolah, aku mendapatkan berita baru dari kelas 9. Kabarnya, Kak Hozumi  tewas dengan bekas suntikan di lengannya. “Apakah mungkin bapak atau ibu guru kita yang membunuh?” Kata Akari sambil menulis tentang tewasnya kak Hozumi.

“Tidak mungkin, karena peraturan di sini tidak boleh membunuh tanpa sebab!” Kataku sambil menasehati Akari.

“Ayo, kalau begitu kita cari tahu siapa penyebabnya.” Kata Izumi. “Tapi kan sulit, suntikan yang di suntikan pada tubuh korban hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah ahli!” Kataku membentak. “Berarti harus keluar sekolah dong.” Kata Haruka. “Ya apa boleh buat, sekalian mampir kerumahku ngambil barang-barangnya.” Kataku yang rela harus keluar sekolah. Mereka semua pun setuju, dan kami semua sudah berbaju ala detektif Conan. Hehehe jadi malu.^-^    

      Akhirnya keempat anak itu segera menuju ke rumah sakit yang ada di sebelah sekolah mereka. Mereka segera ke kamar yang paling menyeramkan bagi pasien. Namanya Dr.Orte. Dr. Orte suka menyuntikkan jarum kematian untuk pasien tidak bernyawa lagi. Aku hanya bisa merinding saat berada di ruangan Dr. Orte.
          Tiba-tiba saja Dr.Orte keluar dengan wajah biasa saja. Aku langsung menyiapkan notes dan menyuruh Bu Dr.Uzuma dan Dr.Dobashi segera datang ke ruang Beranda.  “Apakah ibu pernah menyuntik para pasien di rumah sakit ini.” Tanyaku kepada Bu Dr.Uzuma sambil bersiap-siap menulis kasusnya. “Saya tidak pernah, saya hanya pernah menyuntik pasien yang terkena DBD saja” Kata Bu Dr.Uzuma dengan jujur. “Apakah anda pernah menyuntikkan suntik ke semua pasien?” Kataku kepada Dr.Dobashi sambil menaruh pensil.

“Saya tidak pernah, saya hanya menyuntikkan pembunuh kuman ke gigi orang dewasa” Kata Dr.Dobashi menejelaskan. “Sekarang,apakah bapak menyuntikkan jarum suntik pada kakak kelas yang di SMP sebelah rumah sakit ini?” Kataku dengan pandangan yang tajam.

“Titidak, sasaya tidak pepernah” Kata Dr.Orte gugup. Dari kegugupannya aku sudah tahu siapa yang sudah menyuntikkan jarumnya. Aku pun segera bergegas menuju sekolah. Aku segera mengatakan dengan lantang di depan speaker sekolah.

     “Saya sudah mengenal siapa yang membunuh kak Huzumo, dialah DR.ORTE.”  Kataku setengah berbicara dan setengah bersuara lantang. Haruka, Izumi, dan Akari melihatku dengan sangat lelah. “Kamu kemana aja sih?” Kata Haruka ngos-ngosan. “Hei aku sudah tahu siapa yang membunuh kak Hozumi.” Kataku. “Siapa dia” kata Haruka, Izumi, Dan Akari penasaran. “Dia adalah…. Dr.OrtE.” Kataku teriak. “Sekarang dia sudah di tangkap polisi dan dipenjara 10 tahun.” Kataku. “Ah,kamu mirip banget perilakunya kaya Conan Edogawa.” Kata Izumi. “Benarkah? Terima kasih ya..” Kataku senang sekali.

      Akhirnya, keempat anggota itu menerima piala anak detektif. Eh jangan bingung kalau tubuhnya Conan kecil. Kecil Karena ulah Gin dan Vodka yang memasukkan racun ke mulut Conan). Akhirnya agen ini menjadi agen yang di gemari seperti detektif Conan.^.^

1 komentar:

  1. Alhamdulillah, cerita Ananda bagus sekali. Lanjutkan untuk membuat cerita yang lain. Insya Allah Ananda bisa mewujudkan menjadi penulis cilik yang handal. Amiin. Untuk Ananda yang lain, ayo mencoba menulis......

    BalasHapus