Selasa, 14 Mei 2013

Cerita Menyenangkan Sahabat



Karya: Okky 3D
SD Islam Sabilillah Malang

Pagi itu cerah Lala bersemangat berangkat sekolah karena ia akan memasuki sekolah baru.”Lala ayo sarapan!”panggil mama.Akhirnya Lala turun dari lantai dua”wah...ma kok tumben membuatkan masakan masakan sepesial?”tanya Lala.”itu mama buatkan karena kau masuk sekolah baru”kata mama dengan senyum terindahnya.”terimakasih ma”kata Lala.”sama-sama,yuk dimakan sudah jam 05.60”kata mama.Setelah itu Lala berangkat sekolah disana ada spanduk SELAMAT DATANG UNTUK SISWA-SISWI BARU lalu ia melihat air mancur indah,ia segera kekelas 7F lalu bell berbunyi “kring....”bell berdering saatnya masuk kelas ia bergegas pergi kekelas,ternyata saatnya pelajaran IPA pengajar nya adalah miss Fika,saat Lala bingung ia bertanya apa yang dimaksud awan kumulus,lalu miss Fika berkata”pertanyaan bagus,awan kumulus adalah awan yang bentuknya lembaran berlapis-lapis”jawab miss Fika.bell istirahat berbunyi”kring.....”Lala sedang menaruh buku IPAnya lalu Citra&Mila datang mereka berkata apakah “kau mau menjadi sahabatku?”tanya mereka.Lalu Lala menjawab”ya,aku memang ingin memiliki sahabat baik seperti kalian”jawabnya dengan senyuman indah seperti yang dimiliki ibunya.”wah senyummu indah sekali La”kata Mila.”terima kasih”jawab Lala dengan malu.Setelah dua pelajaran selesai saatnya bell pulang berdering Mila memberi kesepakatan”karena besok kita libur karena hari sumpah pemuda,bagaimana kalau kita ke karnival balon?”.”baik”jawab Lala&Citra ke esokan harinya mereka sudah berada disana mereka bermain roler coster,lempar gelang,lempar bola.Mereka tertawa gembira.

Misteri Rumah Impian Tua



Karya :ARDILLA AYU Syahmina 3D
SD Islam Sabilillah Malang



Hai namaku Ginny. Aku berumur 10 tahun. Saat liburan Aku, Harmony dan Violet mempunyai petualangan di kota tua untuk mencari rumah impian tua. Pagi ini kami berangkat ke kota tua dengan menaiki bus.
“Eh, pintar banget sih kamu ngajak kita berpetualangan” kata Violet.
“Iya ya kamu pintar” kata Harmony.
“Enggak pintar sih, karena aku menemukan di google tentang rumah impian tua yang sangat indah dan banyak barang antik kerajaan” kataku.
Sesampai di kota tua, kami langsung mencari rumah impian tua. Ternyata di kota tua, banyak orang yang menjadi koboi.
“Eh aku capek nih” kata Violet.
“Aku juga” kataku.
“Bagaimana kita istirahat dulu di hotel” kata Harmony sambil mengusulkan.
Akhirnya kami beristirahat di hotel. Besoknya, kami melanjutkan untuk mencari rumah impian tua.
“Kalian sudah siap” kataku.
“Iya dong” kata Harmony dan Violet serentak. Akhirnya kami mencarinya.
Beberapa jam kemudian kami menemukan rumah impian tua. Di dalam rumah impian tua kami sangat terkejut, karena di belakang kami ada zombie yang sangat menakutkan. Kami langsung lari keluar dari rumah impian tua.
“Eh tadi zombie kan” kataku.
“Kayaknya sih” kata Harmony.
“Kita telpon polisi untuk menyelidiki ada apa di rumah impian tua” kata Violet.
Akhirnya kami segera menelpon polisi untuk menyelidiki ada apa di rumah impian tua. Ternyata pak polisi menemukan ada mayat yang tegeletak di kamar tidur.                    

My Computer Is My friend



Karya: Aisya Qirana (3D)
SD Islam Sabilillah Malang

Namaku Arissa Amylia. Sekarang aku duduk di kelas v. Computer adalah teman baikku. Setiap aku pulang sekolah aku selau bersamanya. Ya, karena aku anak tunggal, tak punya kakak, juga tak punya adik. Aku juga punya sahabat. Di sekolah salah seorang sahabatku adalah Rr.Nury Rasthy. Aku juga punya sahabat di rumah, Nasya Arnanda Weningtyas, M.Alif, Faniya Amirra Zhara, Fadil Nouval Ferdin dan lain-lain. Hanya saja aku pulang sekolahnya sore. Lagipula aku juga les mengaji.
                                “Huh! Malas, ah! Les mengaji! Lagipula, Umi juga belum datang dari kantor,” keluhku. “Neng Arissa nggak boleh gitu, dong! Kalau Umi marah gimana!?” kata Mbak Nida. Aku tak menjawabnya. Aku melepas kerudung biruku. Aku tak mengganti baju muslim unguku dan rok warna biru yang kupakai. Aku langsung bermain game “Burger Shop” di computer itu. Permainannya mudah. Caranya tinggal menyusun burger yang diinginkan pembelinya.
                                “Arissa, kamu kok nggak ngaji, sih Nak? Arissa cape?”Tanya Umi. “Ng…Emm.. Nggak apa-apa kok, Mi. Arissa cuman..eee… agak flu. Hhaatssyuuu…Hhhats…”. “Hayo...! Jangan pura-pura! Umi, tahu kamu nggak apa-apa! Hayo! Sana, berangkat ngaji!” suruh Umi. Sebenarnya aku masih kangen Diarypet. Yup, catatan diary-ku di computer. Tapi bukan internet. Aku tadi tak sempat membukanya. Oh iya, aku yang membuat menu web itu, lho! Juga ada avatar pet-nya. Petku namanya Riana. Lucu banget! Yaitu seekor kelinci warna ungu berpita biru, berbaju pink dan bersepatu biru. Kalau mau masuk, seperti facebook, harus ada email dan password.
                             Setelah aku pulang dari les mengaji, aku langsung kembali memainkan computer. Eh ada juga, lho permainan “Talking Tom” di computer! Tapi judulnya “Talking With Bunny”. Juga bisa dipelihara seperti Diarypet. Aku juga yang membuat menu web itu. Tapi bersama Rasthy, Zhara, Fadhil, dan ayahku. Aku memang pintar soal computer. Itulah sahabatku, computer.

Kamis, 02 Mei 2013

Kebaikan Pengusaha Kaya untuk Ibuku



Karya:  Dheynda Aurelia Kelas III C
SD Islam Sabilillah Malang

“hhhhhmmmmmmm............” Terdengar seorang anak kecil sedang menangis. “Halo adik, kenapa menangis” Tanya seorang pengusaha ketika sedang melintas di pinggir jalan. “Orang tua saya sedang sakit, saya tidak punya uang untuk membeli obat pak.” Jawab anak tersebut. Pengusaha tersebut sangat iba melihat anak tersebut, ia membayangkan anak nya sendiri. “ya sudah, jangan menangis sayang, ini bapak kasih uang 500.000.” Kata seorang pengusaha sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.  
“Maaf pak, tidak usah uang ini terlalu banyak, saya takut.”  Jawab anak kecil itu  “Tidak apa- apa nak, terimalah! Uang ini bisa kamu gunakan untuk biaya pengobatan orang tuamu.” kata sih pengusaha kaya itu “Tapi pak, apa bapak ikhlas?” tanya anak itu kembali. “Tentu saja nak, bapak ikhlas, doakan bapak dan keluarga sehat ya....ayo terimalah.” Bujuk sang pengusaha kaya itu sambil tersenyum.  “Terimakasih ya pak, semoga Allah rizki Bapak dan keluarga ditambah oleh Allah.” Jawab anak kecil tersebut sambil berlari, sementara itu si pengusaha kaya hanya bisa tersenyum dan merasa iba melihat anak tersebut
Tak lama kemudian, anak kecil itu langsung menuju ke sebuah apotik untuk membeli obat.  “Mbak saya mau tanya berapa harga obat yang  ada di resep ini” Tanyanya dengan perasaan khawatir uangnya kurang  “Oh ini semua harganya 300.000”  anak kecil itu merasa senang karena uang yang diberikan penguaha tadi tidak kurang malah mendapat kembalian. “Alhamdulilah, oh ya mbak, saya membelinya“

        Setelah itu, Beberapa menit kemudian dia sampai dirumah “ Ibu aku sudah mendapatkan obat, ayo diminum bu, biar ibu lekas sembuh” Kata anak kecil itu “Ya Allah nak, kamu dapat uang dari siapa untuk membeli obat ini, apa kamu mencuri?” Tanya sang ibu  “Mengapa ibu berfikir begitu, Alhamdulilah bu, tadi di tengah jalan aku bertemu dengan seorang pengusaha yang sangat baik, mungkin dia kaya raya bu, dia memberiku uang, lalu uang ini aku belikan untuk membeli obat” Jawab sang anak.
“Subhanallah, betapa mulianya hati seorang pengusaha itu, tolong antar ibu untuk bertemu dengan pengusaha tadi ya nak, ibu ingin mengucapkan terima kasih.” Pinta sang ibu.  “Tapi bu, bapak pengusaha itu sudah pergi, dan aku tidak tahu rumahnya di mana.”
Tiba-tiba dari luar terdengan suara orang mengetuk pintu. “Tok...tok....”  “siapa diluar” tanya sang anak  “Saya tetangga sebelah bu” lalu sia ank tersebut membuka pintu, dan dia terkejut melihat orang-orang ramai berkerumun di depan rumahnya  “ada apa bu, kok banyak orang, sepertinya ada kecelakaan?” Tanya anak kecil itu penuh heran.  “iya nak, saya mau menyampaikan di depan rumah, baru saja ada seorang bapak-bapak sedang kecelakaan dan beliau meninggal, itu jenazahnya masih di depan, dan kami mau menunggu ambulan.  “Ibu ayo kita lihat.” Anak kecil tadi segera menuju tempat yang dikerumuni banyak orang bersama ibunya. Betapa kagetnya ternyata yang kecelakaan dan meninggal dunia adalah seorang bapak pengusaha yang telah memberinya uang.
“Ya Allah ini bapak pengusaha tadi bu, dia yang memberi aku uang untuk biaya obat ibu, sekarang dia sudah meninggal bu” kata anak kecil tersebut sambil memeluk tubuh sang pengusaha kaya, dan menangis. “INALILLAHI WAINAILAIHI  ROJIUN ibu belum sempat mengucapkan terima kasih nak”  Jawab sang ibu. Lalu tak lama kemudian, mobil ambulan datang dan segera membawa jenazah pengusaha kaya itu menuju rumah sakit bersama anggota keluarganya.
“Ibu mengapa orang sebaik dia cepat diambil oleh Allah?” tanya anak kecil tersebut “Ya nak, karena Allah sayang sama orang baik, kita doakan saja ya...semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan menerima segala amal baiknya Amin, karena beliau begitu mulia, sudahlah, ayo kita pulang Nak!. Akhirnya si ibu dan anaknya segera pilang menuju rumahnya, dan tak pernah bertemu dengan pengusaha kaya itu tadi, karena beliau sudah meninggal dunia.


Selasa, 23 April 2013

Gara-gara rambut panjang




Karya : Viona Aprillia C Kelas 3A
SD Islam Sabilillah Malang



          Rapunzel, itulah julukan untuknya. Nama aslinya adalah Putri Julie Febriana. Ia duduk di bangku kelas 2 SMA. Bisa dikatan dia murid paling beruntung, bisa juga dia jadi paling sial. Karena rambutnya menyarupai tokoh Rapunzel, ia mengikuti bidang Teater di sekolahnya.
  
Hari Sabtu Julie akan menampilkan Teater burjudul Tangled. Biasa... ia menjadi putri yang bergaya blink-blink. Ia berangkat ke sekolah mengenakan gaun berwarna ungu. Dengan rambut di blonde dengan setengah di gulung, ia mengangkat dan menggulung rambutnya. Ia berdandan dan menyiapkan properti yg diperlukan olehnya. Teaternya berjalan lancar sih… tiba-tiba… dia tersandung , acara jadi kacau. Ah… ada api…..!!!

Semua penonton  segera keluar rambutnya melilit badan Julie. Ah… dia terjebak!. “Tolong…. Tolong…. Hiks,hiks” isaknya… “Kami akan berusaha semampu kami, Julie”. Percuma… Julie tak bisa dengar yang dikatakan orang-orang. Karena lama menghirup asap kebakaran yang beracun, ia… BRUUKKK…       dia pingsan!!!

Yang bisa ia ingat adalah ada seseorang yang masuk di tempat itu… “Kamu sadar ???” “Dimana aku berada di saat ini ???” “Kamu di UKS Rapunzel…” “Apa karena aku, acara mewah itu di hentikan ???” “Bukan… bukan kau yang menyacaukannya. Alatnya yang mengeluarkan api” kata seseorang mencoba menenangkan. Setelah ia beranjak dewasa, ia bekerja sebagai pemain film “Long…” ia membintanginya sebagai pemeran utama. Jika ingin membeli jasa Julie, wah… kira-kira… honor Julie bisa sampai 25Jt per-tayang. Hmmm… siapa ya yg kira-kira menyelamatkan Julie ???