Karya: Viona Aprillia C. 3A
SD Islam Sabilillah Malang
“Punya siapa ini ?” Tanya seorang anak jalanan bernama Nia. Ternyata,
Nia menemukan kertas lusuh yang masih kosong. Nia bertekad untuk menuliskan
beberapa kalimat di kertas lusuh tersebut. “Ni, gak laper loe ?” Tanya teman
dekat Nia, yaitu Vani. “Belum Van, lagi asyik nih”. Jawab Nia polos… “Loe lagi
ngapain sih ?, kayaknya asyik” “Lagi nulis” “Ya… elah Ni… Ni. Alamat aja loe
gak punya mau ngirim gimana loe ?” “Siapa tau bisa terbang” jawab Nia mulai
panas mendengarpertanyaan Vani. Tanpa piker panjang, Nia mulai menuliskan
paragraf pembuka
Teruntuk Yth. Ibu
yang menelantarkanku
Assalamualaikum wr.wb
Halo ibu
bagaimana kabar ibu ? aku sangat berterima kasih jikalau ibu bisa meluangkan
sedikit waktu ibu secara cuma – cuma untuk membaca tulisan anakmu ini. Ibu…
bisakah ibu berpikir sejenak jika ingin membuangku ?. tidakkah ibu menoleh
setelah membuangku dan berpikir ulang ?. dimanakah engkau ibu?. Adakah, bekal
dari ibu yang menyertai perutku?. Adakah surat yang kau berikan untuk panduan
hidupku selagi ibu tiada di sisiku?. Kini, ku telah menjadi anak yatim piatu
yang terbuang di jalanan. Apakah ibu pernah menemuiku ?. secarik kertas lusuh
ini, kupersembahkan untukmu ibu… sekali lagi… terima kasih
Wassalam.
Dari Nia, anakmu
Itulah yang
dituliskannya di dalam kertas lusuh itu . tiba – tiba… “Nia… kerja yuk udah
lampu merah tuh. “Iya deh, maaf ya, gue udah bentak loe. Buang aja aah…” Nia
pun membuang kertas itu. Dia pun bergegas mengambil gitarnya. Pada saat itu
pula kertas yang dibuang Nia terbang mengikuti angin yg mendarat di mobil
seorang penulis ternama. Karena merasa tertarik, penulis itu pun membacanya.
Dia sampai menangis dibuatnya. Si penulispun membukukannya. Dalam kisah
“PERJUANGAN HIDUP ANAK TERLANTAR” Setelah beberapa bulan, si penulis kembali ke
tempat ia menemukan kertas tersebut. Dan mewadahi buku itu dengan beberapa uang
hasil buku itu dan beberapa makanan. Di suatu malam, tiba – tiba… BLUKK…
terlihat Vani yang memandang langit bersama Nia kejatuhan sebuah buku tebal.
Nia mengambilnya, dan membuka wadah yang membungkus sebuah buku itu, dibacanya
judul buku itu “PERJUANGAN HIDUP ANAK TERLANTAR” ia meneruskan dan… “Karya Nia,
anak terlantar” Nia segera bergegas dan mengajak Vani ke tempat buku itu
diproduksi. Dan akhirnya Nia menjadi penulis terkenal…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar