Senin, 22 April 2013

Selembar Kertas Lusuh




Karya: Viona Aprillia C. 3A
SD Islam Sabilillah Malang


          “Punya siapa ini ?” Tanya seorang anak jalanan bernama Nia. Ternyata, Nia menemukan kertas lusuh yang masih kosong. Nia bertekad untuk menuliskan beberapa kalimat di kertas lusuh tersebut. “Ni, gak laper loe ?” Tanya teman dekat Nia, yaitu Vani. “Belum Van, lagi asyik nih”. Jawab Nia polos… “Loe lagi ngapain sih ?, kayaknya asyik” “Lagi nulis” “Ya… elah Ni… Ni. Alamat aja loe gak punya mau ngirim gimana loe ?” “Siapa tau bisa terbang” jawab Nia mulai panas mendengarpertanyaan Vani. Tanpa piker panjang, Nia mulai menuliskan paragraf pembuka
                                                                                             
                                                                                            Teruntuk Yth. Ibu 
                                                                                            yang menelantarkanku
             Assalamualaikum wr.wb
Halo ibu bagaimana kabar ibu ? aku sangat berterima kasih jikalau ibu bisa meluangkan sedikit waktu ibu secara cuma – cuma untuk membaca tulisan anakmu ini. Ibu… bisakah ibu berpikir sejenak jika ingin membuangku ?. tidakkah ibu menoleh setelah membuangku dan berpikir ulang ?. dimanakah engkau ibu?. Adakah, bekal dari ibu yang menyertai perutku?. Adakah surat yang kau berikan untuk panduan hidupku selagi ibu tiada di sisiku?. Kini, ku telah menjadi anak yatim piatu yang terbuang di jalanan. Apakah ibu pernah menemuiku ?. secarik kertas lusuh ini, kupersembahkan untukmu ibu… sekali lagi… terima kasih
                                                                                      
                                                                                 Wassalam.
                                                                                 Dari Nia, anakmu

Itulah yang dituliskannya di dalam kertas lusuh itu . tiba – tiba… “Nia… kerja yuk udah lampu merah tuh. “Iya deh, maaf ya, gue udah bentak loe. Buang aja aah…” Nia pun membuang kertas itu. Dia pun bergegas mengambil gitarnya. Pada saat itu pula kertas yang dibuang Nia terbang mengikuti angin yg mendarat di mobil seorang penulis ternama. Karena merasa tertarik, penulis itu pun membacanya. Dia sampai menangis dibuatnya. Si penulispun membukukannya. Dalam kisah “PERJUANGAN HIDUP ANAK TERLANTAR” Setelah beberapa bulan, si penulis kembali ke tempat ia menemukan kertas tersebut. Dan mewadahi buku itu dengan beberapa uang hasil buku itu dan beberapa makanan. Di suatu malam, tiba – tiba… BLUKK… terlihat Vani yang memandang langit bersama Nia kejatuhan sebuah buku tebal. Nia mengambilnya, dan membuka wadah yang membungkus sebuah buku itu, dibacanya judul buku itu “PERJUANGAN HIDUP ANAK TERLANTAR” ia meneruskan dan… “Karya Nia, anak terlantar” Nia segera bergegas dan mengajak Vani ke tempat buku itu diproduksi. Dan akhirnya Nia menjadi penulis terkenal…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar