Ceter_Cerita Anak Berkarakter
Jumat, 17 Mei 2013
Buah Pena-ku: Guru Profesional dalam Menyongsong Kurikulum 2013
Buah Pena-ku: Guru Profesional dalam Menyongsong Kurikulum 2013: belajar bekerjas am Oleh: Imroatul Mufidah, S.Pd. Akhir-akhir ini kurikulum 2013 menjadi suatu bahan perbincangan yang...
Selasa, 14 Mei 2013
Cerita Menyenangkan Sahabat
SD Islam Sabilillah Malang
Pagi itu cerah Lala bersemangat berangkat
sekolah karena ia akan memasuki sekolah baru.”Lala ayo sarapan!”panggil
mama.Akhirnya Lala turun dari lantai dua”wah...ma kok tumben membuatkan masakan
masakan sepesial?”tanya Lala.”itu mama buatkan karena kau masuk sekolah
baru”kata mama dengan senyum terindahnya.”terimakasih ma”kata
Lala.”sama-sama,yuk dimakan sudah jam 05.60”kata mama.Setelah itu Lala
berangkat sekolah disana ada spanduk SELAMAT DATANG UNTUK SISWA-SISWI BARU lalu
ia melihat air mancur indah,ia segera kekelas 7F lalu bell berbunyi “kring....”bell
berdering saatnya masuk kelas ia bergegas pergi kekelas,ternyata saatnya
pelajaran IPA pengajar nya adalah miss Fika,saat Lala bingung ia bertanya apa
yang dimaksud awan kumulus,lalu miss Fika berkata”pertanyaan bagus,awan kumulus
adalah awan yang bentuknya lembaran berlapis-lapis”jawab miss Fika.bell
istirahat berbunyi”kring.....”Lala sedang menaruh buku IPAnya lalu
Citra&Mila datang mereka berkata apakah “kau mau menjadi sahabatku?”tanya
mereka.Lalu Lala menjawab”ya,aku memang ingin memiliki sahabat baik seperti
kalian”jawabnya dengan senyuman indah seperti yang dimiliki ibunya.”wah
senyummu indah sekali La”kata Mila.”terima kasih”jawab Lala dengan malu.Setelah
dua pelajaran selesai saatnya bell pulang berdering Mila memberi
kesepakatan”karena besok kita libur karena hari sumpah pemuda,bagaimana kalau
kita ke karnival balon?”.”baik”jawab Lala&Citra ke esokan harinya mereka
sudah berada disana mereka bermain roler coster,lempar gelang,lempar bola.Mereka
tertawa gembira.
Misteri Rumah Impian Tua
SD Islam Sabilillah Malang
Hai namaku Ginny.
Aku berumur 10 tahun. Saat liburan Aku, Harmony dan Violet mempunyai
petualangan di kota tua untuk mencari rumah impian tua.
Pagi ini kami berangkat ke kota tua dengan menaiki bus.
“Eh, pintar
banget sih kamu ngajak kita berpetualangan” kata Violet.
“Iya ya kamu
pintar” kata Harmony.
“Enggak pintar
sih, karena aku menemukan di google tentang rumah
impian tua yang sangat indah dan banyak barang antik kerajaan” kataku.
Sesampai di kota
tua, kami langsung mencari rumah impian tua.
Ternyata di kota tua, banyak orang yang menjadi koboi.
“Eh aku capek
nih” kata Violet.
“Aku juga” kataku.
“Bagaimana kita
istirahat dulu di hotel” kata Harmony sambil mengusulkan.
Akhirnya kami
beristirahat di hotel. Besoknya, kami melanjutkan untuk mencari rumah impian tua.
“Kalian sudah
siap” kataku.
“Iya dong” kata
Harmony dan Violet serentak. Akhirnya kami mencarinya.
Beberapa jam
kemudian kami menemukan rumah impian tua. Di
dalam rumah impian tua kami sangat terkejut,
karena di belakang kami ada zombie yang sangat
menakutkan. Kami langsung lari keluar dari rumah impian
tua.
“Eh tadi zombie
kan” kataku.
“Kayaknya sih”
kata Harmony.
“Kita telpon
polisi untuk menyelidiki ada apa di rumah impian tua”
kata Violet.
Akhirnya kami
segera menelpon polisi untuk menyelidiki ada apa di rumah
impian tua. Ternyata pak polisi menemukan ada
mayat yang tegeletak di kamar tidur.
My Computer Is My friend
SD Islam Sabilillah Malang
Namaku Arissa Amylia.
Sekarang aku duduk di kelas v. Computer adalah teman baikku. Setiap aku pulang
sekolah aku selau bersamanya. Ya, karena aku anak tunggal, tak punya kakak,
juga tak punya adik. Aku juga punya sahabat. Di sekolah salah seorang sahabatku
adalah Rr.Nury Rasthy. Aku juga punya sahabat di rumah, Nasya Arnanda
Weningtyas, M.Alif, Faniya Amirra Zhara, Fadil Nouval Ferdin dan lain-lain.
Hanya saja aku pulang sekolahnya sore. Lagipula aku juga les mengaji.
“Huh! Malas,
ah! Les mengaji! Lagipula, Umi juga belum datang dari kantor,” keluhku. “Neng
Arissa nggak boleh gitu, dong! Kalau Umi marah gimana!?” kata Mbak Nida. Aku
tak menjawabnya. Aku melepas kerudung biruku. Aku tak mengganti baju muslim
unguku dan rok warna biru yang kupakai. Aku langsung bermain game “Burger Shop”
di computer itu. Permainannya mudah. Caranya tinggal menyusun burger yang
diinginkan pembelinya.
“Arissa, kamu
kok nggak ngaji, sih Nak? Arissa cape?”Tanya Umi. “Ng…Emm.. Nggak apa-apa kok,
Mi. Arissa cuman..eee… agak flu. Hhaatssyuuu…Hhhats…”. “Hayo...! Jangan pura-pura!
Umi, tahu kamu nggak apa-apa! Hayo! Sana, berangkat ngaji!” suruh Umi.
Sebenarnya aku masih kangen Diarypet. Yup, catatan diary-ku di computer. Tapi
bukan internet. Aku tadi tak sempat membukanya. Oh iya, aku yang membuat menu
web itu, lho! Juga ada avatar pet-nya. Petku namanya Riana. Lucu banget! Yaitu
seekor kelinci warna ungu berpita biru, berbaju pink dan bersepatu biru. Kalau
mau masuk, seperti facebook, harus ada email dan password.
Setelah aku pulang
dari les mengaji, aku langsung kembali memainkan computer. Eh ada juga, lho
permainan “Talking Tom” di computer! Tapi judulnya “Talking With Bunny”. Juga
bisa dipelihara seperti Diarypet. Aku juga yang membuat menu web itu. Tapi bersama
Rasthy, Zhara, Fadhil, dan ayahku. Aku memang pintar soal computer. Itulah
sahabatku, computer.
Kamis, 02 Mei 2013
Kebaikan Pengusaha Kaya untuk Ibuku
Karya: Dheynda Aurelia Kelas III C
SD Islam Sabilillah
Malang
“hhhhhmmmmmmm............”
Terdengar seorang anak kecil sedang menangis. “Halo adik, kenapa menangis”
Tanya seorang pengusaha ketika sedang melintas di pinggir jalan. “Orang tua
saya sedang sakit, saya tidak punya uang untuk membeli obat pak.” Jawab anak
tersebut. Pengusaha tersebut sangat iba melihat anak tersebut, ia membayangkan
anak nya sendiri. “ya sudah, jangan menangis sayang, ini bapak kasih uang
500.000.” Kata seorang pengusaha sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.
“Maaf pak, tidak usah
uang ini terlalu banyak, saya takut.” Jawab
anak kecil itu “Tidak apa- apa nak,
terimalah! Uang ini bisa kamu gunakan untuk biaya pengobatan orang tuamu.” kata
sih pengusaha kaya itu “Tapi pak, apa bapak ikhlas?” tanya anak itu kembali.
“Tentu saja nak, bapak ikhlas, doakan bapak dan keluarga sehat ya....ayo
terimalah.” Bujuk sang pengusaha kaya itu sambil tersenyum. “Terimakasih ya pak, semoga Allah rizki Bapak
dan keluarga ditambah oleh Allah.” Jawab anak kecil tersebut sambil berlari,
sementara itu si pengusaha kaya hanya bisa tersenyum dan merasa iba melihat
anak tersebut
Tak lama kemudian, anak
kecil itu langsung menuju ke sebuah apotik untuk membeli obat. “Mbak saya mau tanya berapa harga obat yang ada di resep ini” Tanyanya dengan perasaan
khawatir uangnya kurang “Oh ini semua harganya
300.000” anak kecil itu merasa senang
karena uang yang diberikan penguaha tadi tidak kurang malah mendapat kembalian.
“Alhamdulilah, oh ya mbak, saya membelinya“
Setelah itu,
Beberapa menit kemudian dia sampai dirumah “ Ibu aku sudah mendapatkan obat,
ayo diminum bu, biar ibu lekas sembuh” Kata anak kecil itu “Ya Allah nak, kamu
dapat uang dari siapa untuk membeli obat ini, apa kamu mencuri?” Tanya sang ibu
“Mengapa ibu berfikir begitu,
Alhamdulilah bu, tadi di tengah jalan aku bertemu dengan seorang pengusaha yang
sangat baik, mungkin dia kaya raya bu, dia memberiku uang, lalu uang ini aku
belikan untuk membeli obat” Jawab sang anak.
“Subhanallah, betapa
mulianya hati seorang pengusaha itu, tolong antar ibu untuk bertemu dengan
pengusaha tadi ya nak, ibu ingin mengucapkan terima kasih.” Pinta sang
ibu. “Tapi bu, bapak pengusaha itu sudah
pergi, dan aku tidak tahu rumahnya di mana.”
Tiba-tiba dari luar
terdengan suara orang mengetuk pintu. “Tok...tok....” “siapa diluar” tanya sang anak “Saya tetangga sebelah bu” lalu sia ank
tersebut membuka pintu, dan dia terkejut melihat orang-orang ramai berkerumun
di depan rumahnya “ada apa bu, kok
banyak orang, sepertinya ada kecelakaan?” Tanya anak kecil itu penuh heran. “iya nak, saya mau menyampaikan di depan
rumah, baru saja ada seorang bapak-bapak sedang kecelakaan dan beliau meninggal,
itu jenazahnya masih di depan, dan kami mau menunggu ambulan. “Ibu ayo kita lihat.” Anak kecil tadi segera
menuju tempat yang dikerumuni banyak orang bersama ibunya. Betapa kagetnya
ternyata yang kecelakaan dan meninggal dunia adalah seorang bapak pengusaha
yang telah memberinya uang.
“Ya Allah ini bapak
pengusaha tadi bu, dia yang memberi aku uang untuk biaya obat ibu, sekarang dia
sudah meninggal bu” kata anak kecil tersebut sambil memeluk tubuh sang
pengusaha kaya, dan menangis. “INALILLAHI WAINAILAIHI ROJIUN ibu belum sempat mengucapkan terima
kasih nak” Jawab sang ibu. Lalu tak lama
kemudian, mobil ambulan datang dan segera membawa jenazah pengusaha kaya itu
menuju rumah sakit bersama anggota keluarganya.
“Ibu mengapa orang
sebaik dia cepat diambil oleh Allah?” tanya anak kecil tersebut “Ya nak, karena
Allah sayang sama orang baik, kita doakan saja ya...semoga Allah mengampuni
segala dosa-dosanya dan menerima segala amal baiknya Amin, karena beliau begitu
mulia, sudahlah, ayo kita pulang Nak!. Akhirnya si ibu dan anaknya segera
pilang menuju rumahnya, dan tak pernah bertemu dengan pengusaha kaya itu tadi,
karena beliau sudah meninggal dunia.
Selasa, 23 April 2013
Gara-gara rambut panjang
Karya : Viona Aprillia C Kelas 3A
SD Islam Sabilillah Malang
Rapunzel, itulah julukan untuknya. Nama
aslinya adalah Putri Julie Febriana. Ia duduk di bangku kelas 2 SMA. Bisa
dikatan dia murid paling beruntung, bisa juga dia jadi paling sial. Karena
rambutnya menyarupai tokoh Rapunzel, ia mengikuti bidang Teater di sekolahnya.
Hari Sabtu Julie akan menampilkan Teater
burjudul Tangled. Biasa... ia menjadi putri yang bergaya blink-blink. Ia
berangkat ke sekolah mengenakan gaun berwarna ungu. Dengan rambut di blonde
dengan setengah di gulung, ia mengangkat dan menggulung rambutnya. Ia berdandan
dan menyiapkan properti yg diperlukan olehnya. Teaternya berjalan lancar sih…
tiba-tiba… dia tersandung , acara jadi kacau. Ah… ada api…..!!!
Semua
penonton segera keluar rambutnya melilit
badan Julie. Ah… dia terjebak!. “Tolong…. Tolong…. Hiks,hiks” isaknya… “Kami
akan berusaha semampu kami, Julie”. Percuma… Julie tak bisa dengar yang
dikatakan orang-orang. Karena lama menghirup asap kebakaran yang beracun, ia…
BRUUKKK… dia pingsan!!!
Yang
bisa ia ingat adalah ada seseorang yang masuk di tempat itu… “Kamu sadar ???”
“Dimana aku berada di saat ini ???” “Kamu di UKS Rapunzel…” “Apa karena aku,
acara mewah itu di hentikan ???” “Bukan… bukan kau yang menyacaukannya. Alatnya
yang mengeluarkan api” kata seseorang mencoba menenangkan. Setelah ia beranjak
dewasa, ia bekerja sebagai pemain film “Long…” ia membintanginya sebagai
pemeran utama. Jika ingin membeli jasa Julie, wah… kira-kira… honor Julie bisa
sampai 25Jt per-tayang. Hmmm… siapa ya yg kira-kira menyelamatkan Julie ???
Langganan:
Postingan (Atom)




