Karya: Dheynda Aurelia Kelas III C
SD Islam Sabilillah
Malang
“hhhhhmmmmmmm............”
Terdengar seorang anak kecil sedang menangis. “Halo adik, kenapa menangis”
Tanya seorang pengusaha ketika sedang melintas di pinggir jalan. “Orang tua
saya sedang sakit, saya tidak punya uang untuk membeli obat pak.” Jawab anak
tersebut. Pengusaha tersebut sangat iba melihat anak tersebut, ia membayangkan
anak nya sendiri. “ya sudah, jangan menangis sayang, ini bapak kasih uang
500.000.” Kata seorang pengusaha sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.
“Maaf pak, tidak usah
uang ini terlalu banyak, saya takut.” Jawab
anak kecil itu “Tidak apa- apa nak,
terimalah! Uang ini bisa kamu gunakan untuk biaya pengobatan orang tuamu.” kata
sih pengusaha kaya itu “Tapi pak, apa bapak ikhlas?” tanya anak itu kembali.
“Tentu saja nak, bapak ikhlas, doakan bapak dan keluarga sehat ya....ayo
terimalah.” Bujuk sang pengusaha kaya itu sambil tersenyum. “Terimakasih ya pak, semoga Allah rizki Bapak
dan keluarga ditambah oleh Allah.” Jawab anak kecil tersebut sambil berlari,
sementara itu si pengusaha kaya hanya bisa tersenyum dan merasa iba melihat
anak tersebut
Tak lama kemudian, anak
kecil itu langsung menuju ke sebuah apotik untuk membeli obat. “Mbak saya mau tanya berapa harga obat yang ada di resep ini” Tanyanya dengan perasaan
khawatir uangnya kurang “Oh ini semua harganya
300.000” anak kecil itu merasa senang
karena uang yang diberikan penguaha tadi tidak kurang malah mendapat kembalian.
“Alhamdulilah, oh ya mbak, saya membelinya“
Setelah itu,
Beberapa menit kemudian dia sampai dirumah “ Ibu aku sudah mendapatkan obat,
ayo diminum bu, biar ibu lekas sembuh” Kata anak kecil itu “Ya Allah nak, kamu
dapat uang dari siapa untuk membeli obat ini, apa kamu mencuri?” Tanya sang ibu
“Mengapa ibu berfikir begitu,
Alhamdulilah bu, tadi di tengah jalan aku bertemu dengan seorang pengusaha yang
sangat baik, mungkin dia kaya raya bu, dia memberiku uang, lalu uang ini aku
belikan untuk membeli obat” Jawab sang anak.
“Subhanallah, betapa
mulianya hati seorang pengusaha itu, tolong antar ibu untuk bertemu dengan
pengusaha tadi ya nak, ibu ingin mengucapkan terima kasih.” Pinta sang
ibu. “Tapi bu, bapak pengusaha itu sudah
pergi, dan aku tidak tahu rumahnya di mana.”
Tiba-tiba dari luar
terdengan suara orang mengetuk pintu. “Tok...tok....” “siapa diluar” tanya sang anak “Saya tetangga sebelah bu” lalu sia ank
tersebut membuka pintu, dan dia terkejut melihat orang-orang ramai berkerumun
di depan rumahnya “ada apa bu, kok
banyak orang, sepertinya ada kecelakaan?” Tanya anak kecil itu penuh heran. “iya nak, saya mau menyampaikan di depan
rumah, baru saja ada seorang bapak-bapak sedang kecelakaan dan beliau meninggal,
itu jenazahnya masih di depan, dan kami mau menunggu ambulan. “Ibu ayo kita lihat.” Anak kecil tadi segera
menuju tempat yang dikerumuni banyak orang bersama ibunya. Betapa kagetnya
ternyata yang kecelakaan dan meninggal dunia adalah seorang bapak pengusaha
yang telah memberinya uang.
“Ya Allah ini bapak
pengusaha tadi bu, dia yang memberi aku uang untuk biaya obat ibu, sekarang dia
sudah meninggal bu” kata anak kecil tersebut sambil memeluk tubuh sang
pengusaha kaya, dan menangis. “INALILLAHI WAINAILAIHI ROJIUN ibu belum sempat mengucapkan terima
kasih nak” Jawab sang ibu. Lalu tak lama
kemudian, mobil ambulan datang dan segera membawa jenazah pengusaha kaya itu
menuju rumah sakit bersama anggota keluarganya.
“Ibu mengapa orang
sebaik dia cepat diambil oleh Allah?” tanya anak kecil tersebut “Ya nak, karena
Allah sayang sama orang baik, kita doakan saja ya...semoga Allah mengampuni
segala dosa-dosanya dan menerima segala amal baiknya Amin, karena beliau begitu
mulia, sudahlah, ayo kita pulang Nak!. Akhirnya si ibu dan anaknya segera
pilang menuju rumahnya, dan tak pernah bertemu dengan pengusaha kaya itu tadi,
karena beliau sudah meninggal dunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar