Kamis, 02 Mei 2013

Kebaikan Pengusaha Kaya untuk Ibuku



Karya:  Dheynda Aurelia Kelas III C
SD Islam Sabilillah Malang

“hhhhhmmmmmmm............” Terdengar seorang anak kecil sedang menangis. “Halo adik, kenapa menangis” Tanya seorang pengusaha ketika sedang melintas di pinggir jalan. “Orang tua saya sedang sakit, saya tidak punya uang untuk membeli obat pak.” Jawab anak tersebut. Pengusaha tersebut sangat iba melihat anak tersebut, ia membayangkan anak nya sendiri. “ya sudah, jangan menangis sayang, ini bapak kasih uang 500.000.” Kata seorang pengusaha sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.  
“Maaf pak, tidak usah uang ini terlalu banyak, saya takut.”  Jawab anak kecil itu  “Tidak apa- apa nak, terimalah! Uang ini bisa kamu gunakan untuk biaya pengobatan orang tuamu.” kata sih pengusaha kaya itu “Tapi pak, apa bapak ikhlas?” tanya anak itu kembali. “Tentu saja nak, bapak ikhlas, doakan bapak dan keluarga sehat ya....ayo terimalah.” Bujuk sang pengusaha kaya itu sambil tersenyum.  “Terimakasih ya pak, semoga Allah rizki Bapak dan keluarga ditambah oleh Allah.” Jawab anak kecil tersebut sambil berlari, sementara itu si pengusaha kaya hanya bisa tersenyum dan merasa iba melihat anak tersebut
Tak lama kemudian, anak kecil itu langsung menuju ke sebuah apotik untuk membeli obat.  “Mbak saya mau tanya berapa harga obat yang  ada di resep ini” Tanyanya dengan perasaan khawatir uangnya kurang  “Oh ini semua harganya 300.000”  anak kecil itu merasa senang karena uang yang diberikan penguaha tadi tidak kurang malah mendapat kembalian. “Alhamdulilah, oh ya mbak, saya membelinya“

        Setelah itu, Beberapa menit kemudian dia sampai dirumah “ Ibu aku sudah mendapatkan obat, ayo diminum bu, biar ibu lekas sembuh” Kata anak kecil itu “Ya Allah nak, kamu dapat uang dari siapa untuk membeli obat ini, apa kamu mencuri?” Tanya sang ibu  “Mengapa ibu berfikir begitu, Alhamdulilah bu, tadi di tengah jalan aku bertemu dengan seorang pengusaha yang sangat baik, mungkin dia kaya raya bu, dia memberiku uang, lalu uang ini aku belikan untuk membeli obat” Jawab sang anak.
“Subhanallah, betapa mulianya hati seorang pengusaha itu, tolong antar ibu untuk bertemu dengan pengusaha tadi ya nak, ibu ingin mengucapkan terima kasih.” Pinta sang ibu.  “Tapi bu, bapak pengusaha itu sudah pergi, dan aku tidak tahu rumahnya di mana.”
Tiba-tiba dari luar terdengan suara orang mengetuk pintu. “Tok...tok....”  “siapa diluar” tanya sang anak  “Saya tetangga sebelah bu” lalu sia ank tersebut membuka pintu, dan dia terkejut melihat orang-orang ramai berkerumun di depan rumahnya  “ada apa bu, kok banyak orang, sepertinya ada kecelakaan?” Tanya anak kecil itu penuh heran.  “iya nak, saya mau menyampaikan di depan rumah, baru saja ada seorang bapak-bapak sedang kecelakaan dan beliau meninggal, itu jenazahnya masih di depan, dan kami mau menunggu ambulan.  “Ibu ayo kita lihat.” Anak kecil tadi segera menuju tempat yang dikerumuni banyak orang bersama ibunya. Betapa kagetnya ternyata yang kecelakaan dan meninggal dunia adalah seorang bapak pengusaha yang telah memberinya uang.
“Ya Allah ini bapak pengusaha tadi bu, dia yang memberi aku uang untuk biaya obat ibu, sekarang dia sudah meninggal bu” kata anak kecil tersebut sambil memeluk tubuh sang pengusaha kaya, dan menangis. “INALILLAHI WAINAILAIHI  ROJIUN ibu belum sempat mengucapkan terima kasih nak”  Jawab sang ibu. Lalu tak lama kemudian, mobil ambulan datang dan segera membawa jenazah pengusaha kaya itu menuju rumah sakit bersama anggota keluarganya.
“Ibu mengapa orang sebaik dia cepat diambil oleh Allah?” tanya anak kecil tersebut “Ya nak, karena Allah sayang sama orang baik, kita doakan saja ya...semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan menerima segala amal baiknya Amin, karena beliau begitu mulia, sudahlah, ayo kita pulang Nak!. Akhirnya si ibu dan anaknya segera pilang menuju rumahnya, dan tak pernah bertemu dengan pengusaha kaya itu tadi, karena beliau sudah meninggal dunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar